Pembahasan Rasio genotip pada persilangan dihibrid: :4:2:1:2:1. Rasio fenotip pada persilangan dihibrid: 9:3:3:1. Dalam genetika, persilangan dihibrid adalah persilangan yang melibatkan dua sifat yang berbeda. Sehingga, persilangan ini lebih kompleks dari persilangan mono hibrid (yang hanya melibatkan satu sifat berbeda saja).
Pada artikel Biologi kelas XII kali ini, kamu akan mempelajari tentang persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid pada Hukum Mendel. โ€” Halo teman-teman yang di sana! Kamu, iya kamu! Siapa di antara kamu yang tahu siapa ilmuwan yang dijuluki sebagai Bapak Genetika Modern? Jawabannya pasti sudah ketebak ya saat kamu membaca judul artikel ini. Yup! Beliau adalah Mendel. Nama lengkapnya adalah Gregor Johann Mendel. Mendel menemukan bahwa pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya mengikuti suatu pola tertentu. Penemuan itulah yang sampai sekarang kita sebut dengan nama Hukum Mendel. Nah, Hukum Mendel ini dibagi menjadi dua nih, yang pertama adalah Hukum I Mendel dan yang kedua adalah Hukum II Mendel. Bunyi Hukum Mendel Gimana sih bunyi Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel? Simak berikut ini yuk! Hukum I Mendel โ€œSetiap alel dari gen yang sama akan berpisah atau bersegregasi secara bebas pada saat pembentukan gamet.โ€ Hukum II Mendel โ€œSetiap alel dari gen yang berbeda akan bergabung atau berasortasi secara acak pada saat pembentukan gamet.โ€ Baca juga Pola-Pola Hereditas Perlu kamu ketahui, Hukum I Mendel disebut juga dengan hukum segregasi bebas. Kenapa? Karena pada hukum ini, alel-alel di dalam gen yang sama mengalami pemisahan segregasi secara bebas saat pembentukan gamet. Alel itu sendiri adalah variasi atau bentuk alternatif dari suatu gen yang terletak di lokus yang sama pada kromosom homolog. Di sisi lain, Hukum II Mendel disebut juga dengan hukum asortasi bebas karena alel-alel dari gen yang berbeda akan mengalami penggabungan asortasi secara bebas saat pembentukan gamet. So, jangan sampai tertukar ya. Nah, Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel ini diterapkan pada proses persilangan yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Yuk, langsung saja kita simak! Istilah-Istilah dalam Persilangan Sebelum kita masuk ke inti dari pembahasan kita, ada istilah-istilah dalam persilangan yang perlu kamu ketahui dulu nih. Supaya kamu nggak bingung, ayo kita kenali istilah-istilah tersebut. Apa saja ya? Ini dia! Oke, setelah kamu tahu apa saja simbol dan istilah-istilah dalam persilangan itu, sekarang yang harus kamu ketahui adalah bagaimana cara dalam menentukan gamet. Gamet yang akan kita ketahui adalah berapa jumlahnya serta apa jenisnya. Baca juga Mengenal Gen, DNA, dan Kromosom Cara Menentukan Gamet Nah, sekarang kamu sudah tahu macam-macam simbol, istilah, serta cara dalam menentukan gamet, nih. Berarti kamu sudah siap untuk masuk ke pembahasan yang kita nanti-nanti dari tadi. Daripada terlalu banyak nulis, mending langsung kita simak saja, yuk! Persilangan Monohibrid Persilangan monohibrid adalah persilangan dengan satu sifat beda. Maksudnya adalah pada persilangan ini, kita hanya memperhatikan satu sifat saja, seperti warna bunga merah, putih, dsb atau bentuk buah bulat, lonjong, dsb. Pada persilangan monohibrid berlaku Hukum Mendel I karena pada saat pembentukan gamet , alel-alel yang sebelumnya berpasangan akan mengalami pemisahan secara bebas dalam dua sel gamet. Secara bebas di sini maksudnya adalah pemisahan kedua alel tersebut tidak dipengaruhi atau mempengaruhi pasangan alel yang lainnya. Mendel melakukan persilangan monohibrid dengan satu sifat beda yang menunjukkan sifat dominansi yang muncul secara penuh dan sifat dominansi yang tidak muncul secara penuh intermediet. Baca juga Mengenal Hukum Mendel tentang Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup 1. Kasus dominansi penuh Persilangan pada kasus dominansi penuh akan terjadi apabila sifat alel yang satu dapat menutupi sifat alel yang lainnya. Akibatnya, sifat alel yang lebih kuat itu dapat menutupi sifat alel yang lemah. Dalam hal ini, alel yang memiliki sifat yang menutupi disebut alel dominan dan alel yang memiliki sifat yang ditutupi disebut alel resesif. Perhatikan contoh di bawah ini, ya. Persilangan antara bunga mawar merah MM dengan bunga mawar putih mm dengan alel M bersifat dominan penuh terhadap m. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2! Penyelesaian Berdasarkan persilangan di atas, kita bisa mengetahui perbandingan fenotipe dan genotipenya. Perlu diingat kalau fenotipe adalah sifat yang tampak. Jadi, berdasarkan hasil F2 kita bisa tahu kalau perbandingan fenotipenya adalah 3 1 3 sifat merah 1 sifat putih. Sedangkan, untuk perbandingan genotipenya diperoleh MM Mm mm = 1 2 1. 2. Kasus dominansi tidak penuh Intermediet Persilangan pada kasus intermediet terjadi apabila sifat dari salah satu alel tidak dapat menutupi sifat alel lain secara penuh. Akibatnya, individu heterozigot memiliki fenotipe intermediet di antara sifat kedua induknya. Perhatikan contoh di bawah ini. Persilangan antara bunga mawar merah MM dengan bunga mawar putih mm dengan M bersifat dominansi tidak sempurna terhadap m. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2! Penyelesaian Bagaimana nih? Sampai di sini paham ya? Kalau begitu, ayo kita lanjut ke jenis persilangan yang kedua, yaitu persilangan dihibrid. Baca juga Penyimpangan Semu Hukum Mendel Persilangan Dihibrid Jika pada persilangan monohibrid kita hanya memperhatikan satu sifat beda saja, maka pada persilangan dihibrid kita akan memperhatikan dua sifat beda. Misalnya warna buah dan bentuk buah, warna buah dan rasa buah, dsb. Pada persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, alel-alel dari gen yang berbeda akan bergabung mengelompok secara bebas saat pembentukan gamet. Penggabungan secara bebas ini maksudnya adalah alelyang satu dapat secara bebas bergabung dengan alel dari gen yang lainnya tanpa adanya syarat tertentu. Perhatikan contoh berikut ini. Persilangan antara biji bulat kuning BBKK dengan biji kisut hijau bbkk. Biji bulat B dominan terhadap biji kisut b dan warna kuning K dominan terhadap warna hijau k. Lakukan persilangan sampai mendapat F2! Penyelesaian Sehingga, akan diperoleh F2 = bulat kuning B_K_, bulat hijau B_kk, kisut kuning bbK_, kisut hijau bbkk. Untuk perbandingan fenotipnya adalah sebagai berikut Perbandingan fenotip = bulat kuning bulat hijau kisut kuning kisut hijau = 9 3 3 1. Wow, lumayan panjang ya pembahasan kita kali ini. Bagaimana, sudah mulai pusing? Tapi tenang, pembahasan yang kelihatannya panjang dan rumit ini aslinya mudah kok, serius deh! Latihan Soal Monohibrid dan Dihibrid Nah, kalau kamu cuma baca doang tanpa latihan soal, kan nggak afdol tuh. Oleh karena itu, di bawah ini ada latihan soal nih. Langsung dicoba, ya! Nanti yang sudah dapat jawabannya, bisa langsung tulis di kolom komentar. Oke? โ€” Oke, selesai sudah pembahasan menarik kita kali ini tentang persilangan monohibrid dan dihibrid pada Hukum Mendel. Oh iya, kalau kamu masih bingung dengan materi ini, atau kamu ingin pelajari materi ini lewat video animasi biar lebih menarik lagi belajarnya, kamu bisa lho download aplikasi Ruangguru, lalu pilih aplikasi ruangbelajar. Dijamin, belajar jadi tambah asik dan nggak membosankan! Semangat belajar, ya! Semangat meraih mimpi! Referensi Irnaningtyas. 2018. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi. Jakarta Erlangga.
Ciriciri persilangan Dihibrid: Persilangan dengan memperhatikan dua sifat beda Jumlah Gamet yang terbentuk pada setiap individu adalah 4 (2 n) Fenotip individu ditentukan oleh 2 macan sifat genetik Dijumpai maksimal 16 variasi genotip pada F2 7 sifat kontras yang dimiliki ercis ( Pisum sativum)

31 Keturunan dengan fenotip 50% merah dan 50% putih akan didapat dari persilangan induk dengan genotipe. a. Mm dan Mm b. mm dan Mm c. Mm dan MM d. mm dan MM 32. Kromosom haploid merupakan kromosom yang . a. jumlahnya setengah dari kromosom sel kelamin b. jumlahnya dua kali kromosom sel kelamin c. tidak berpasangan d. berpasang-pasangan 33.

KetikaMendel melanjutkan percobaannya dengan menyilangkan sesama tanaman F1 (BbKk) ternyata dihasilkan perbandingan 16 variasi genotip dan 4 variasi fenotip F2 sebagai berikut: 9 tanaman ercis berbiji bulat warna kuning :3 ercis berbiji bulat warna hijau : 3 ercis berbiji kerut warna kuning : 1 ercis berbiji kerut warna hijau.
Rasiohasil persilangan monohibrid untuk dominan penuh adalah merah : putih = 75% : 25% = 3 : 1. Fenotipe individu F 2 dengan warna merah dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu 2 / 3 memiliki genotipe heterozigot (Mm) dan 1 / 3 homozigot dominan (MM). Fenotipe individu F2 dengan warna putih hanya ada satu yaitu mm (homozigot resesif).
Dihibridmerupakan contoh persilangan pada Hukum Dua Mendel. Pada Hukum Dua Mendel berbunyi pengelompokan gen secara bebas. Pembahasan Perbandingan fenotip dan genotip pada persilangan dihibrid dapat dicontohkan pada soal berikut ini: Persilangan antara semangka bulat hijau ( BBHH) dengan semangka lonjong kuning ( bbhh).
Genotipdan Fenotip Genotipe yang diwariskan menentukan fenotip individu. Oleh karena itu, tumbuhan menunjukkan fenotip spesifik berdasarkan apakah alelnya dominan atau resesif. Satu alel dominan mengarah pada fenotip dominan yang diekspresikan, tetapi dua gen resesif mengarah pada fenotipe resesif yang diekspresikan.
zsF19F.
  • rf90est067.pages.dev/582
  • rf90est067.pages.dev/384
  • rf90est067.pages.dev/562
  • rf90est067.pages.dev/77
  • rf90est067.pages.dev/641
  • rf90est067.pages.dev/834
  • rf90est067.pages.dev/216
  • rf90est067.pages.dev/959
  • menentukan perbandingan genotip dan fenotip dari hasil persilangan dihibrid