Hati dan Akal dalam Pandangan Imam Al-Ghazali. BincangSyariah.Com – Hati dan akal adalah dua istilah yang tidak asing lagi di telinga kita. Sering kali kedua istilah ini diperbincangkan tanpa mengerti terlebih dahulu makna keduanya. Akibatnya perdebatan terjadi tanpa ada akhir yang mencerahkan.
Keempat, bertutur kata sopan dan memujinya. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak suka pujian. Karenanya untuk memperkuat persahabatan, sering-seringlah memujinya. Empat hal tersebut hanya sebagian dari etika berteman dan persahabatan yang disebutkan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin. Mari mengamalkankannya pada saat bergaul dengan sesama.
Menurut Imam al-Ghazali, kita sebagai manusia menggabungkan empat atribut hati tersebut secara sekaligus. Keempat atribut tersebut menjadi ciri hati manusia. al-Ghazali menggambarkan bahwa seolah-olah dalam diri kita ini ada anjing (sab’un: binatang buas), babi (bahimah; binatang rakus dan pengejar syahwat), setan dan jug al-Hakim (Yang Maha
Atas hal itulah, menurut al-Ghazali diperlukan imam atau kepala negara yang dapat menjaga ketertiban dan menciptakan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakatnya. Pemikiran-pemikiran al-Ghazali dalam politik Islam itulah yang membawa pengaruh pada perkembangan politik dunia Islam.
digunakan dalam melihat suatu fenomena.4 Imam Al-Ghazali lahir pada tahun 450 H (1058 M) di desa Taberan distrik Thus Persia dan bernama Abu Hamid Muhammad dengan gelar “Hujatal Islam” yang mengandung arti bukti kebenaran islam dan gelar wangsanya Al-Ghazali. Imam Al-Ghazali adalah seoang ulama, ahli pikir, ahli filsafat islam dan
Eramuslim – Hati merupakan sumber dari perbuatan manusia. Hati akan mendorong orang berbuat baik atau mendorong orang berbuat buruk. Manusia bisa menjadi orang yang baik atau buruk perbuatannya tergantung dari kondisi hati yang dimilikinya. Sebagai gambaran, kalau teko berisi air kopi maka cangkir berisi air kopi. Hati diibaratkan sebagai
Pandangan Imam Ghozali tentang “Menuntut Ilmu” Imam Ghazali merupakan seorang ulama besar dari abad ke-11 yang merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai seorang filsuf, teolog, dan ulama dari kalangan Sunni. Dalam pandangan Imam Ghazali, menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Menurut Imam Ghazali, menuntut
vi ABSTRAK Judul : Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Al-Ghazali Penulis : Nafiul Huda NIM : 103111129 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi guru dewasa ini
qx9HVp0. rf90est067.pages.dev/449rf90est067.pages.dev/931rf90est067.pages.dev/389rf90est067.pages.dev/467rf90est067.pages.dev/40rf90est067.pages.dev/496rf90est067.pages.dev/172rf90est067.pages.dev/541
4 karakter manusia menurut imam ghazali